Klip ini diambil dari film G30s PKI 1965
yang bisa di akses di youtbe.,com link di bawah
---------------------------------------------------
Pagi hari 1 Oktober 1965, 50 pasukan bersenjata mengepung dan memasuki denga menembaki rumah DI.P pada dini hari jam 3.30 pagi.Pasukan cakrabiara wa masuk dan menebaki dalam rumah (bawah)
Viktor Naiborhu, keponakan DI.P, mahasiswwa FEUI, kena tembak. 5 Peluru bersarang di perutnya dan tewas di kamarnya.
Bawah:
DI.P berusaha menembak balik dari atas, tetapi senjata macet. Jika tidak macet maka dipastikan korban akan lebih banyak lagi.
Pasukan di ruang tamu bawah sambi terus menrus menmbak dan berteriak agar DI.P turun kebawah.
Pasukan tidak berani naik ke kamar atas. Belakang diketahui, bawha semua pasukan tersebut takut pada Beruang yg di awetkan yang di pajang di tangga. Karena dapat mematikan "ajimat" kekebalan mereka. Sehingga mereka terus menerus menembaki dari bawah. Dan berterika bahwa Presiden memanggil DI.P dan harus segera ke Istana pagi in juga.
DI.P menjawab: "Jika menghadap presiden ke Istana maka saya akan memakai seragam TNI Kehormatan".
DI.P turun kebawah dan menyapa OCe , putranya, untuk terakhir kalinya.
DI.P melihat ke keluarganya untuk terkhir kalinya sebelum berhadapn dengan tentara bersenjata di bawah
Dibawah DI.P ketika berdoa, ditembak mati oleh pasukan cakrabirawa dan pasukan lainnya.
Katrin, putri DIP meihat ayahnya ditembak
Oce puta DIP juga melihat ayahnya DI.P ditembak
Kartin berlalri ke bawah menghampiri jasad ayahnya
Jasad DI.P sudah tidak ada karena sudah diseret ke luar oleh pasukan penculik tersebut. Pintu pagar rumah DI.P setinggi 2 meter masih dikunci, sehingga jenazah DI.P dilempar dari ketinggian 2 meter dan selanjutnay di bawa ke Lubang Buaya.
Katrin sampai dibawah, tapi jenazah ayahnya sudah dilempar keluar dan dibawa dengan truk ke Lubang buaya,
Katrin hanya dapat mendapatkan cecetan darah ayahnya dan membasuhnya ke mukanya.








































